Aneka Tips

Segala Tips Informasi Kesehatan, Kecantikan, Dan Review

Contoh Cerpen : Cinta yang Membutakan

Contoh Cerpen : Cinta yang Membutakan

Cinta yang Membutakan

Pada hari pernikahannya,Jayaprana amat sangat bahagia karena itulah hari yang paling dinanti dari sekian lama. Jayaprana memperhatikan Layonsari yang berada di sebelahnya. Pakainya pengantin berwarna hijau yang digunakan sangat cocok untuknya. Riasan pengantin dan aksesoris lainnya membuat ia semakin cantik dan mempesona. Senyum di bibirnya tidak berhenti ia tujukkan,raut wajahnya menggambarkan betapa bahagianya ia hari ini.

Sorot mata orang-orang tertuju pada pengantin yang sedang melangsungkan upacara. Mereka kagum karena sepasang pengantin itu sangat cocok. Memiliki hati yang baik satu sama lain dan ketampanan dan kecantikan yang mereka pancarkan.
“Akhirnya datang juga hari pernikahan kita” waktu upacara segera berlangsung Jayaprana berbicara dengan Layonsari.

“Iya kang mas ” Jawab Layonsari dengan senyum dibibirnya.
“Hari ini ning mas sangat cantik sekali” puji Jayaprana sambil memandangnya.
“Kang mas sekarang sudah pintar memuji”jawab Layonsari sambil senyum-senyum.
“Kang mas tidak bohong, ning mas sungguh cantik bukan hanya hari ini tapi dari hari saat pertama bertemu ning mas pun masing sama cantiknya”puji Jayaprana yang membuat pipi Layonsari memerah.
” Sudah kang mas jangan memuji saya lagi,sebentar lagi upacaranya mau di mulai pendeta sudah datang”jawab Layonsari.
“Iya ning mas” jawab Jayaprana tidak lupa senyumannya yang melihat merahnya pipi Layonsari.

Upacara pernikahan dimulai satu demi satu rangkaian upacara dilaksanakan.Selesai upacara Jayaprana dan Layonsari berpamitan untuk pergi ke istana.Jayaprana tahu pasti Layonsari sangat sedih karena meninggalkan orang tuanya.Bagaimana ia tidak sedih! Layonsari adalah anak kesayangan orang tuanya.Ia selau menuruti perintah orang tuanya.Air matanya menetes membasahi pipinya,make up yang digunakannya pun ikut terbawa ar matanya.

Baca Juga : Contoh Teks Cerita Sejarah (Cerpen) Terbaru

“Sari pamit romo biyung”pamit Layonsari. ” Doakan sari semoga sari dan kang mas Jayaprana selalu bersama untuk selamanya dan hidup bahagia” ucap Layonsari sambil memeluk tetes air matanya tidak berhenti.

“Doa romo dan biyung akan selalu menyertaimu, hiduplah bahagia dengan pangeran Jayaprana jadilah istri yang baik dan setia” Jawab orang tua Layondari yang mengelus memeluknya.

“Iya ayah ibu Sari akan menjadi istri yang baik” Saut Layonsari sambil mengusap pipinya dengan tangan.
“Terima kasih telah mempercayai saya untuk jadi suami Layonsari” Saut Jayaprana yang sujud kepada orang tua Layonsari.

“Saya percayakan anakku tesayang kepadamu,jangan pernah kamu buat dia menangis” Jawab orangtua Layonsari dengan nada peringatan.
“Iya saya berjanji akan selalu membahagiakan Layonsari” jawabnya.
“Saya pamit untuk membawa Layonsari ke istana”lanjutnya
“Saya izinkan” jawab orang tua Layonsari dengan menepuk pundaknya.

Rombongan Jayaprana dan Layonsari pergi ke istana.Perjalanan di sambut antusias oleh masyarakat.Ucapan selamat pun bergema dimana-mana.Jayaprana memang terkenal dengan dermawan dan ketampanannya.Suara itu pun bergema sampai ke istana.

Sesampainya di istana Raja sedang duduk di singgah sananya,di hadapan para pegawai raja.Raja melihat rombongan Jayaprana,hati Raja bahagia.”Anakku sudah datang mari kita rayakan”gemanya sambil berdiri tangannya meunjuk ke Jayaprana.Semua orang yangpada saat itu ikut bersorak-sorak.

“Anakku sudah menikah,sekarang kau sudah dewasa” ucap Raja dengan bahagia sambil memeluk Jayaprana dan menepuk punggungnya.
“Iya romo saya sudah menepati janji saya untuk menikah” jawabnya dengan bahagia”Perkenalkan ini Layonsari istriku” jawab Jayaprana dengan mengandeng tangan Layonsari

“Salam paduka,saya Layonsari” ucapa Layonsari kepada Raja sambi menyembah.
“Panggil saya romo,kau kan sekarang adalah menantuku” jawab raja sambil memandang Layonsari.

Layonsari memang cantik sehingga membuat Raja tak berhenti memandangnya,pandangannya fokus kepada Layonsari hingga membuat jantung Raja berdetak kencang.”Apakah ini yang dinamakan cinta”tanya hati Raja.”Tidak mungkin Layonsari adalah menantuku mana mungkin aku menyukainya”tolak hati Raja.Raja menolak perasaan itu tetapi perasaanya itu tidak bisa di tolak oleh hatinya.”Kenapa bisa begitu?”mungkin karena Raja telah lama menduda jadi Raja merasa kesepian.

Pikiran Raja selalu mengingat Layonsari,pikirannya selalu terangan-angan bagaimana Layonsari tersenyum,tertawa dan bahkan berbicara.Raja tersenyum saat memikirkannya pada akhirnya Raja memutuskan untuk memiliki Layonsari.

Di panggillah Patih Sawung Galing untuk menemui Raja pada malam hari di kamarnya.
“Salam paduka,ada gerangan apakan kau memanggilku di tengah malam ini” Tanya Patih Sawung dengan rasa bingung.
“Kau tahu Sawung,betapa bahagianya diriku pada hari ini” jawabnya dengan tertawa.
“Apakah itu karena pernikahan Jayaprana dan Layonsari” tebak Patih Sawung Galing.
“Layonsari!” Raja tersenyum”Saya sedang menyukai seseorang dan saya ingin memperistrikannya”lanjut Raja.

“Itu kabar yang baik,setelah lama paduka di tinggal Ratu akhirnya padukan bisa mencintai orang lain” jawab Pating Sawung dengan bahagia.
“Iya itu baik,oleh sebab itu saya memanggilmu untuk membawakan calon istriku”ucap Raja dengan semangat.
” Baik saya akan membawakan calon istri paduka”jawabnya”Siapakah dia yang membuat paduka jatuh cinta?”tanya Patih Sawung.
“Layonsari” jawab paduka.
“Siapa paduka,bisa kau ulanginya lagi” nada yang bingung.
“Layonsari” jawab paduka dengan lantang.
“Layonsari istri Jayaprana” tebak Patih Sawung.
“Iya” jawab Raja

Patih Sawung sangat kaget dengan hal tersebut.
“Layonsari adalah menantumu bagaimana bisa ia menjadi istrimu?” tanyanya dengan suara agak keras.
“Kau bunuhlah Jayaprana maka Layonsari akan menjadi istriku” jawab Raja dengan nada perintah.

Patih Sawung sangat tidak percaya Raja menjadi seperti ini. Kebermawannya sudah di butakan oleh cintanya kepada Layonsari sehingga ia ingin membunuh Jayaprana.Walaupun Jayaprana adalah anak angkatnya tetapi ia sangat menyayanginya.Tetapi semua itu berubah semenjak cinta butanya.Raja menghalalkan segalanya untuk mendapatkan Layonsari.
“Apakah paduka tidak memikirkannya lagi” tanya Patih Sawung.
“Apalah dayaku,aku sangat ingin memiliki Layonsari” jawab Raja.
“Cepatlah bunuh Jayaprana” lanjut Raja.

“Siap paduka” jawab Patih Sawung ia terpaksa karena ia berjanji akan mepertaruhkan hidupnya untuk kerajaan.
Dengan rasa yang kesal dan ragu patih sawung tidak bisa tidur memikirnya perintah Raja dengan tidak senang hati akhirnya ia sudah merencanakan pembunuhan Jayaprana.

Contoh Cerpen : Cinta yang Membutakan

Pada pagi hari Jayaprana bangun ia langsung melihat istrinya yang cantik sedang memasak di dapur.Canda tawanya membuat pelayan ikut tertawa walaupun ia sekarang mejadi istri Jayaprana tetap saja ia tetap ramah dan tidak membeda-bedakan.Di saat melihat istrinya tertawa datanglah seorang prajurit yang menghampiri Jayaprana.

“Salam paduka” sambil senunduk
“Apa gerangan kau kesini pengawal”Jawab Jayaprana
” Saya diperintahkan raja untuk memanggil pangeran Jayaprana untuk menemui raja di ruangannya “jawab pengawal
” Baik saya akan segera ke ruang raja” jawab Jayaprana
Jayaprana langsung bergegas ke kamar mandi. Setelah itu ia langsung menuju ke ruangan Raja.

“Salam romo salam patih sawung” ucap Jayaprana
“Salam anakku” jawab raja
” Ada gerangan apa romo memanggilku”jawab Jayaprana
“Di perbatasan istana ada pemberontakan,aku ingin kau dan patih sawung untuk memimpin pasukan pergi ke perbatasan istana di Teluktrima” jelas Raja.
” Iya saya akan melaksanakan perintah raja”jawab Jayaprana dengan lantang.

Jayaprana kembali ke ruangannya ia melihat Layonsari yang sedang menungunya dimeja makan.Jayapranapun menceritakan semua kepada Layonsari.
“Ada perintah apa Raja sehingga memanggil kang mas” tanya Layonsari sambil mengambilkan makanan Jayaprana.
“Romo memerintahkanku untuk pergi ke perbatasan melawan para pemberontak” jawab Jayaprana.

“Prakkkkkk” piring yang ada di tangan Layonsari jatuh.
“Jangan pergi ke sana kang mas,firasatku tidak baik aku tidak ingin kehilanganmu” sambil mengangis
“Tenang Layonsari,kang mas tidak kenapa-kenapa,kang mas adalah pendekar yang hebat!” jawabnya”Apakah mungkin kang mas akan kalah”lanjutnya sambil menenangkan Layonsari.

Keesokan harinya Jayaprana bersama Patih Sawung pergi ke pebatasan.Benar yang di nicarakan Layonsari,Jayaprana pun merasakan firasat yang buruk seperti ada seseorang yang ingin membunuhnya.
Sesampainya di hutang pedalaman tiba-tiba rombongan berhenti,Jayaprana bingung.Kenapa berhenti?.

“Kenapa berhenti paman” tanya Jayaprana.
Tiba-tiba Patih Sawung menyerangnya tetapi ilmu Jayaprana lebih tinggi sehingga ia tidak bisa mengalahkannya.Ditengah kebingungannya, Jayaprana bertanya pada patih Sawung Galing, mengapa patih ingin membunuhnya. Patih Sawung Galing menyerahkan sepucuk surat dari Raja kepada Jayaprana yang isinya:

Hai engkau Jayaprana
Manusia tiada berguna
Berjalan berjalanlah engkau
Akulah menyuruh membunuh kau
Dosamu sangat besar
Kau melampaui tingkah raja
Istrimu sungguh milik orang besar
Kuambil kujadikan istri raja
Serahkanlah jiwamu sekarang
Jangan engkau melawan
Layonsari jangan kau kenang
Kuperistri hingga akhir jaman.

Jayaprana menangis sesegukan membaca surat tersebut, lalu dia berkata “Lakukanlah patih, bila ini memang titah Raja, hamba siap dicabut nyawanya demi kepentingan Raja, dahulu Beliaulah yang merawat dan membesarkan hamba, kini Beliau pula yang ingin mencabut nyawa hamba”. Dalam dukanya Jayaprana menyerahkan keris sakti miliknya sebagai satu-satunya senjata yang dapat digunakan untuk membunuh Jayaprana. Ia berpesan agar keris dan berita kematiannya disampaikan pada istrinya sebagai bukti kesetiaannya pada titah Raja.

Setelah menerima keris itu, dengan mudah patih Sawung Galing membunuh Jayaprana dengan berat hati. Darah menyembur namun tidak tercium bau amis, malahan wangi semerbak. Kematian Jayaprana juga ditangisi oleh alam, tiba-tiba terjadi gempa bumi, angin topan, hujan bunga dan binatang hutan menangis. Setelah mayat Jayaprana itu dikubur, maka seluruh rombongan kembali pulang dengan perasaan sangat sedih. Di tengah jalan mereka mendapat bahaya, diantaranya banyak yang mati. Seekor macan putih juga tiba-tiba menyerang patih Sawung Galing dan menewaskan sang patih.

Penutup

Demikian contoh cerpen : Cinta yang membutakan yang saya kutip dari bangmaul.com

Mochamad Luqni Maulana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top