Aneka Tips

Segala Tips Informasi Kesehatan, Kecantikan, Dan Review

Contoh Teks Cerita Sejarah : Buta Kekuasaan

Cerita Sejarah Buta Kekuasaan | Kepribadian seseorang dipengaruhi oleh pendidikan karakter yang ia dapatkan begitu juga yang terjadi pada remaja yang bernama Ken Arok ini dia tumbuh di keluarga pencuri bernama Lembong. Ken Arok tumbuh menjadi pria berandalan di desanya suatu ketika Lembong lelah dengan sikap ken arok yang membuatnya banyak hutang sebab Ken Arok juga terkenal sebagai penjudi.Suatu ketika perdebatan terjadi antara Ken Arok dengan ayahnya.

“Arok kau sangat menyusahkan bagiku”ucap dengan nada kasar kepada Ken Arok.

“Memangnya kenapa bopo?”tanya Ken Arok pada Lembong.

“Apa kau tidak mengerti apa yang kau lakukan ini membuatku banyak hutang Arok,kau pembawa sial!”ucapnya dengan marah.

“Mengapa bopo berkata seperti itu ?”ucap Arok sambil memegang tangan boponya itu.

“Aku tidak ingin menerimamu lagi disini,pergilah Arok!”ucap sambil mengusir.

“Mengapa kau mengusirku bopo?”tanya Arok.

“Aku tak peduli lagi denganmu Arok, apa kau tahu kalau kau itu bukan anakku,kau hanya anak angkatku saja Arok!”ucap Bango Samparan.

“Apa!apa yang kau katakan bopo?”wajah penuh dengan bingung apa yang terjadi sebenarnya.

“Ya kau hanya anak asuhku saja kau ku temukan di pemakaman, orang tuamu telah membuangmu karena kamu pembawa sial Arok!”gentak Bango Samparan.

Ken arok pergi dari rumah dengan perasaan yang gundah gulana dia sangat sedih mengetahui bahwa ia bukan anak lembong dan dia merupakan anak yang terbuang. Dalam perjalanannya ia bertemu dengan pria tua

“Nak mau kemana kamu?”tanya pria tua sambil memegang tangan Ken Arok.
“Aku ingin ke gubuk itu,aku tidak punya arah untuk pergi kemanapun “jawab Arok sambil melepaskan tangan.

“Apa kau tidak memiliki orang tua?”tanya pria tua itu.
“Ya,aku dibuang oleh orang tuaku,aku pembawa sial apa kau mengerti itu?”jawab Ken Arok.
“Kasihan sekali kamu nak, apa kau ingin tinggal bersama ku”ajak pria tua itu.
“Memangnya kau siapa aku tidak mengenalmu”tanya Ken Arok.
“Aku Bango Samparan aku sudah mempunyai istri dan anak,anakku juga ada yang seumur denganmu”jawab pria tua itu.

Baca juga : Contoh Teks Cerita Sejarah (Cerpen) Terbaru

Arok hanya mengangguk saja dan arok pun diasuh oleh Bango Samparan dan pria tua itu menganggap Ken Arok sebagai anaknya.

Cerita Sejarah Buta Kekuasaan

Lama-kelamaan Ken Arok tidak menyukai keluarga Bango Samparan terutama pada istrinya itu sebab istri Bango Samparan bersikap kasar dengannya dan tidak menyayangi Ken Arok dengan setulus hati.

Ken Arok yang merasa dianaktirikan pun merasa marah dengannya tetapi berbeda dengan Bango Samparan dia tidak menganaktirikan Ken Arok dia menganggap bahwa semua adalah anaknya, malahan Ken Arok dianggap pembawa keberuntungan yang menjadikannya sebagai anak emas di mata Bango Samparan.

Namun suatu hari Arok memutuskan hidup mandiri meninggalkan keluarga Bango Samparan walaupun berat rasanya untuk meninggalkan ayah angkatnya yaitu Bango Samparan karena dia telah berbaik hati untuk merawat dirinya selama ini.

“Bopo maafkan Arok,Arok harus pergi untuk mengembara lagi”pamit Arok dengan perasaan sedih yang berlinang air mata.

“Jangan tinggalkan bopo anakku Arok kau adalah anakku yang paling kusayang”jawab Bango Samparan.
“Aku tidak bisa tinggal disini untuk waktu yang lama,aku sadar bahwa aku hanya anak angkatmu saja dan aku harus pergi”ucapnya dengan rasa hati yang gundah gulana.

“Bagaimana kau tinggal nantinya anakku”tanya Bango Samparan.

“Tenanglah bopo aku adalah anak yang kuat tak perlu kau khawatir padaku”ucap Ken Arok sambil berpamitan dengan mencium tangan sang bopo dan pergi meninggalkan Bango Samparan dengan berat hati.

Ken Arok pun meninggalkan Bango Samparan dengan berat hati,namun harus dilakukannya dan suatu ketika Ken Arok bertemu dengan seorang pria yang bernama Tita,dan mereka berdua menjalin persahabatan yang sangat baik.

Persahabatan yang terjadi antara Arok dan Tita hanyalah untuk menjadi perampok yang sangat ditakuti di wilayah Tumapel dan keinginan mereka pun terjadi hanya dalam waktu satu minggu saja.

Baca Contoh Cerpen Tentang Perjuangan Meraih Mimpi & Cita-Cita

Di pagi yang cerah dimana hembus angin menembus kulit sambutan pagi yang indah di ufuk timur derap kaki terdengar mendekati Arok dan menyapanya.

“Nak siapa namamu?”tanya pendeta itu dengan pandangan yang terpukau oleh Arok
“Ku tak peduli dengan pertanyaanmu pergi sana!”usir Arok dengan mengacungkan jari telunjuk untuk mengusir pendeta itu.

“Kaulah yang ku cari selama ini,aku sedang mencari titisan Dewa Wisnu dan kaulah orangnya”ucap pendeta itu dengan menatap Arok dengan tersenyum tanpa dosa.
“Apa yang kau katakan wahai pendeta!”ucap Arok dengan wajah kebingungan.

“Ya kau lah orangnya kau merupakan keturunan Dewa Brahma anak muda”ucap pendeta itu.
“Oh..wahai pendeta aku adalah anak yang terbuang pembawa sial dan akupun tidak mengetahui siapa orang tua asliku”jawab Arok dengan lugas.
“Ya kau memang keturunan dewa brahma yang direankanasikan “ucap pendeta itu.

“Apakah yang kau katakan benar wahai pendeta?”tanya Arok .
“Ya kaulah yang nantinya menjadi raja di kerajaan ini dan kau akan bergelar Sri Rajasa Bathara Sang Amurwabhumi,kau itu adalah anak yang istimewa wahai anak muda kau dapat melakukan apapun untuk menggapai keinginanmu”jawab pendeta dengan gembira jawabnya.
“Baguslah kalau begitu wahai pendeta”sambil tertawa dengan terbahak-bahak.

“Aku bisa membantumu sebagai raja di kerajaan ini wahai anak muda”ucap pendeta itu.
“Benarkah?apa yang aku harus lakukan pendeta untuk mencapai sebagai raja di kerajaan ini”tanya Arok .
“Ya kau harus menuruti segala yang kuucapkan ini “ucap si pendeta itu.
“Apa yang aku harus lakukan?”tanyanya sambil bersemangat.

“Pertama kau harus menyusup sebagai pengawal kerajaan, apa kau sanggup?”tanya pendeta itu.
“Ya aku sanggup untuk apapun untuk mengusai negeri ini dan akan ditakuti oleh semua orang”jawab Ken Arok dengan percaya diri.

Mereka berdua pun membuat konspirasi yang berupaya untuk menumbangkan kekuasaan raja Tunggul Ametung. Suatu hari Ken Arok datang ke Kerajaan Tumapel dan melamar menjadi pengawal kerajaan yang pada saat itu kerajaan sedang membutuhkan pengawal tambahan sehingga Ken Arok pun menjadi pengawal di Kerajaan Tumapel dan menjadi kepercayaan Tunggul Ametung namun suatu ketika ken Arok jatuh cinta dengan Ken Dedes yang merupakan istri dari Tunggul Ametung.

Kekurangajaran yang terjadi antara pengawal dengan keluarga kerajaan semakin menjadi-jadi yang berakhir dengan keinginan Ken Arok untuk membunuh Tunggul Ametung demi cinta dan kekuasaannya.Suatu ketika Ken Arok menemui pendeta itu untuk memberikan solusi keinginannya itu kemudian pendeta itu membawanya ke Mpu Gandring untuk membuatkannya sebuah keris yang dapat membunuh tunggul ametung.

Namun,Mpu Gandring berjanji keris itu akan siap dalam waktu satu tahun tetapi Ken Arok tidak sabar untuk menunggu satu tahun baru lima bulan lamanya Ken Arok menemui Mpu Gandring meminta kerisnya itu.

“Wahai Mpu Gandring mana kerisku?”tanya Arok.
“Saya sudah bilang bahwa keris itu akan siap dalam waktu satu tahun sekarang keris ini belum sempurna”ucap Mpu Gandring .

“Apa!!!dasar tidak becus kau bagaimana kau tidak menyelesaikan dalam waktu singkat”amarah dari diri Arok pun muncul.
“Kurang ajar sekali kau berkati seperti itu padaku! Kalau kau ingin keris itu cepat siap kenapa kau tidak membuat sendiri Arok!”nada marah pun juga muncul dari Mpu Gandring dan melemparkan ke arah Ken Arok.

“Kurang ajar!!!Berani sekali kau bertingkah seperti itu padaku!”ucap Arok sambil mengambil keris itu dan menusukkannya ke perut Mpu Gandring.

Dalam keadaan sekarat Mpu Gandring mengutuk Ken Arok bahwa nantinya keris itu akan membunuh anak,cucu ken arok serta diri sendiri yang akan terbunuh dengan keris itu.

Setelah terjadi insiden tersebut dia pergi dari rumah Mpu Gandring dan berfikir bagaimana caranya membunuh Tunggul Ametung tanpa ada yang mengetahuinya dan dia bisa dijadikan sebagai raja di kerajaan ini.Setelah beberapa hari, terbesit dalam pikirannya bahwa dia akan menjadikan Kebo Ijo sebagai kambing hitamnya.

Di suatu hari ken arok bertemu dengan Kebo Ijo dan memamerkan keris barunya kepada Kebo Ijo yang merupakan teman sesama pengawal di kerajaan.

“Hai Kebo apakah kau tahu kalau aku punya keris sakti baru dari Mpu Gandring”ucap Ken Arok.
“Coba perlihatkan padaku sekarang arok”tantang Kebo Ijo.

Arok pun memperlihatkan keris barunya itu dan berkata pada Kebo Ijo”baguskan kerisku!kau payah kau tak punya senjata ampuh untuk membunuh musuhmu dalam satu tebasan bagaimana kau akan disegani sebagai pengawal!”ledek Ken Arok.

“Alah paling itu tidak sakti Arok!”ucap Kebo ijo.
“Kurang ajar kau apa kau ingin kubunuh dengan keris ini berani sekali kau menantangku!”kemarahan mulai muncul dari raut wajah Arok.
“Ampun… Ampun… Aku tidak ingin mati sekarang ampun… Jangan bunuh aku Arok”wajah memelas muncul dari raut wajah Kebo Ijo.

“Jangan sekali-kali kau menantangku nanti ku bunuh kau hingga urat lehermu putus!”ucap Arok.
“Ampun aku tidak akan mengulangi itu lagi Arok”jawab Kebo Ijo.
“Baiklah sekarang kau aku maafkan!”jawab ketus dari Arok.
Kebo Ijo pun pergi dalam derapan kaki langkah demi langkah tiba-tiba Arok menghentikan langkah kaki Kebo Ijo dan berkata “tunggu kau mau kemana?”tanya arok.
“Aku ingin pergi dari hadapanku aku takut denganmu”jawab Kebo Ijo sambil bergemetar.

“Tenanglah Kebo aku tidak akan membunuhmu”ucap arok pada Kebo Ijo sambil memegang tangannya dan dalam hatinya Arok berkata(bagaimana aku akan membunuhmu jika kau mati siapa yang akan jadi kambing hitamku) dan sambil tertawa dalam hati.

“Kau ingin mencoba kerisku ini Kebo dengan senang hati aku akan meminjamkannya padamu sekarang, katanya kau ingin disegani semua orang maka kau harus memamerkan keris ini kepada semua dan kau akan terkenal dengan seketika”ucap Arok.
“Apa benarkah itu?”tanya Kebo Ijo.
“Tentu Kebo kau teman baikku kan ini sebagai permintaan maafku padamu karena tadi aku telah mengancammu”ucap Arok.

“Oh kalau begitu terima kasih Arok”ucap Kebo Ijo sambil mengambil keris itu dan berlari meninggalkan Arok.
Rencana Arok pun berhasil untuk menjebak Kebo Ijo,Kebo Ijo yang lugu dan polos itu memamerkan keris Arok dengan bangganya agar ditakuti semua orang. Pada malam harinya Arok pun melakukan rencananya mengambil keris di kamar Kebo Ijo dan mendatangi kamar sang raja Tunggul Ametung ketika semua tertidur pulas tetapi ketika arok ingin menusukkan keris ke perut sang raja, sang raja pun terbangun.
“Apa yang kau lakukan arok di kamarku!”ucap Tunggul Ametung dengan nada keras.
“Aku akan menglenyapkan nyawamu sekarang juga!”ucap Arok sambil menusukkan keris ke perut Tunggul Ametung.

“Pengkhianat!!!”ucap Tunggul Ametung dalam sekaratnya.
“Hahaha… Dasar bodoh!aku menjadi pengawalmu agar aku bisa menyusup dan membunuhnya dan aku bisa mengusai negeri ini”tawa jahat pun muncul dari diri Arok.

Ketika arok sedang tertawa istri Tunggul Ametung datang ke kamar dan melihat apa yang terjadi.
“Penjahat… Kenapa kau membunuh suamiku!”ucap Ken Dedes sambil menangis.

“Diam… Kalau kau berbicara dengan orang lain kau akan ku bunuh bersama anak yang ada dikandunganmu!”ancam Arok.

“Dasar pengkhianat!!!”ucap Ken Dedes dengan marah.

“Kau tak perlu bersandiwara di depanku seperti ini,lagipula kau juga tidak mencintai suamimu ini kan karena kamu menikahi dia karena terpaksa!”ucap Arok.
“mengapa kau mengerti itu!”tanya Ken Dedes.

“Sudahlah diam jadilah istriku saja Ken Dedes aku akan menikahimu ketika aku telah diangkat jadi raja esok hari”ucap Arok.

Insiden terjadi pada malam hari itu dan keesokan harinya ketika ayam berkokok istri Tunggul Ametung berpura-pura berteriak dan menangis karena suaminya terbunuh dan keluarga kerajaan berlari memasuki kamar sang raja dan melihat keadaan yang terjadi pada tunggul ametung dan salah satu pengawal melihat keris Kebo Ijo yang kemarin dipamerkannya dan semua mengira bahwa Kebo ijolah yang telah membunuh Tunggul Ametung dengan sadis.

Kemudian Kebo Ijo dipanggil dan diadili namun keadilan tidak berpihak pada Kebo Ijo yang kemudian Kebo Ijo terbukti bersalah dan dihukum mati pada hari itu. Di sisi lain suara tertawa muncul berasal dari ruangan Ken Arok dan dia merasa bahagia rencana berhasil untuk menjadi raja di Kerajaan Tumapel dan akan ditakuti oleh semua orang.

Kemudian keluarlah Ken Arok dari kamar menuju dimana Kebo Ijo akan dipenggal kepalanya dan dia hanya menyeringai melihat yang terjadi dan Ken Arok menghasut semua para keluarga kerajaan untuk melantiknya sebagai raja untuk menggantikan Tunggul Ametung.

Demikianlah Contoh Teks Cerita Sejarah : Buta Kekuasaan yang saya kutip dari bangmaul.com

Mochamad Luqni Maulana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top